Selasa, 01 Februari 2011

Nilai Civic Education Perbankan Syariah 1B

Jurusan
Prodi
Mata Kuliah
Semester
Dosen
Tanggal
: Ekonomika & Bisnis Islam
: Perbankan Syari’ah 1 B
: Civic Education
: I (Gazal)
: Drs. Abdul Aziz, M.Ag
: 01-02-2011

                       

No.
Nama
Nilai
NIPURA
Simbol
1
Ahmad Fanani
70
B-
2
Aldian Yusuf
80
B+
3
Amiluhur Nindiarso
65
C+
4
Anik
85
A-
5
Anisa Santa Dewi
80
B+
6
Aziz Zullah
70
B-
7
Azizah Nova Fatmawati
75
B
8
Bayu Rahardianto
70
B-
9
Bondan Baihaqi
80
B+
10
Danik Miyatun
80
B+
11
Dewi Fatmawati
75
B
12
Dewi Handayati
75
B
13
Dharu Dyah Arum
65
C+
14
Didit Iswannoto
80
B+
15
Dita Chaniago
70
B-
16
Dwi Muslimah Ningtyas
75
B
17
Dwi Nur Indah Sari
--
-
18
Eko Rohmiyati
75
B
19
Febri Ayu Nur Rimbani
75
B
20
Fery Budi Santosa
65
C+
21
Handoko
75
B
22
Henny Puspitasari
75
B
23
Hidayanti
75
B
24
Ibnu Sa’ban Magfuri
80
B+
25
Ika Sri Winarsih
75
B
26
Isnu Aji Santoso
70
B-
27
Julia Agustina
70
B-
28
Lilis Dwi Hastuti
65
C+
29
Lussy Kurnia W
65
C+
30
Mahiro Dacholal Jannah
80
B+
31
Maulida Khasanah
70
B-
32
Mellisa Nanda Lestari
--
-
33
Muflikhatun
70
B-
34
Nur Kurnia
70
B-
35
Nur Wijayanti
70
B-
36
Puji Widoyanti
70
B-
37
Putri Wahyu Laili
65
C+
38
Qori’ah Jannatul Jannah
65
C+
39
Rahmat Alfian Mubarok
65
C+
40
Refi
70
B-
41
Retno Royani
85
A-
42
Ria Andriyati Mardiana
80
B+
43
Rio Meitra Adi
--
-
44
Ririn Pita Sari
65
C+
45
Sakinatun Nisa’
85
A-
46
Santi Kusuma Ismiati
80
B+
47
Septi Nur Hayati
85
A-
48
Septiyani Prasetyorini
75
B
49
Tika Tri Hamidah
75
B
50
Uswatun Hasanah
75
B
51
Vivin Fitriana Setya P
90
A
52
Ninis Trisnawati
65
C+



Nilai Civic Education Perbankan Syariah 1A


Jurusan
Prodi
Mata Kuliah
Semester
Dosen
Tanggal
: Ekonomika & Bisnis Islam
: Perbankan Syari’ah 1 A
: Civic Education
: I (Gazal)
: Drs. Abdul Aziz, M.Ag
: 01-02-2011

 


No
Nama
Nilai
NIPURA
Simbol
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
Aji Purwokusumo
An MarissaAkhadiyah
Annafi Azizah
Annisa
Aprilia Riqqi Kurnia Sari
Arief Setiawan
Ariefudin Afif
Artiningrum Widyastuti
Asti Anggraini
Aulia Rizqi Rohmawati
Azzalia Bunga R
Dewi Utarri
Diyah Mulyani
Dyah Taufiq Baiduri
Falasifah
Fitriyani
Galuh Joko Saputro
Gulam Fadhillah Darma P
Hana Sofia
Hestin Alfia Rani
Hidayatul Hasanah
Iin Aji Purwita Sari
Ira Rahayu
Jati Subagtriyani
Jevi Gusmiyati
Joko Purwanto
Jonathan Pratiwi
M. Abdut Tawab MH
M. Hanung Miftahul H
M. Iqbal Firdaus
M. Surya Puspito Ajie
M. Syafiq Kholilur Rohman
Mardiyaturrositaningsih
Maulani Indriyati
Miftahudin Amin
Mohamad Khojin
Novita Wijayanti
Nur Rifai
Puji Lestari
Puput Dwi Irviana
Putri Arum Widyasari
Ridwan Rizqi Yustisiawan
Riska Ayu Romandhoni
Rossi Amalia Anjani
Santi Susilo Wati
Siti Affifatul Issaroh
Siti Hendrawati
Sri Endarti
Ummi Nur Hidayah
Vike Vidi Hastuti
Yanni utami
Rahmah Nurul Hidayah
Nur Cholis Masjid
Muhammad Fadhol

65
65
65
70
70
70
-
60
70
65
70
70
80
70
55
70
70
80
70
70
65
60
-
65
75
-
65
70
70
65
-
-
80
70
55
70
65
60
80
60
75
70
-
70
75
70
75
75
75
70
70
65
-
-

C+
C+
C+
B-
B-
B-
-
C
B-
C+
B-
B-
B+
B-
C-
B-
B-
B+
B-
B-
C+
C
-
C+
B
-
C+
B-
B-
C+
-
-
B+
B-
C-
B-
C+
C
B+
C
B
B-
-
B-
B
B-
B
B
B
B-
B-
C+
-
-











Kamis, 28 Oktober 2010

BAB IV IDENTITAS NASIONAL DAN GLOBALISASI


Hakikat dan Dimensi Identitas Nasional
Secara harfiah identitas adalah ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat pada sesuatu atau seseorang yang membedakan dengan yang lain.
Secara teoritis, menurut koento wibisono, pengertian identitas pada hakekatnya merupakan “manifastasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khusus tersebut maka suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya”
Unsur-unsur pembentuk identitas nasional
1.      Sejarah
Kebesaran dua kerajaan nusantara, Majapahit dan Sriwijaya, telah membekas pada semangat perjuangan bangsa Indonesia pada abad-abad berikutnya ketika penjajahan asing menancapkan kuku imperialismenya. Semangat juang bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah telah menjadi ciri khas bagi bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu unsur pembentuk identitas nasional Indonesia.
2.      Kebudayaan
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi tiga unsur yaitu: akal, budi, perdaban dan pengetahuan
3.      Suku bangsa
Kemajemukan merupakan identitas lain bangsa Indonesia. Namun demikian, lebih dari sekadar kemajemukan yang bersifat alamiah tersebut, tradisi bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam kemajemukan merupakan hal lain yang harus terus dikembangakan dan dibudayakan.
4.      Agama
Keragamaan agama dan keyakinana di Indonesia tidak hanya dijamin oleh konstitusi negara, tetapi juga merupakan suatu rahmat Tuhan yang Maha Esa yang harus tetap dipelihara dan disyukuri bangsa Indonesia.
5.      Bahasa
Peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928, yang menyatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa indonesia, telah memberikan nilai bagi pembentukan identitas nasional. Lebih dari sekedar bahasa nasional, ia telah memberikan sumbangan besar pada pembentukan nasionalisme Indonesia.

Globalisasi, Glokalisasi dan Ketahanan Nasional
a.       Hakikat Globalisasi
Globalisasi adalah suatu perubahan sosial dalam bentuk semakin bertambahnya keterkaitan antara masyarakat dengan faktor-faktor yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi modern
Beberapa unsur penting yang terkait dengan globalisasi:
1.      Global space (dunia maya)
2.      Kecenderungan gelombang globalisasi terhadap nasionalisme
3.      Tentangan masa depan dalam gelombang globalisasi
b.      Glokalisasi
Glokalisasi dimaknai sebagai munculnya interpretasi produk-produk global dalam konteks lokal yang dilakukan oleh masyarakat tersebut kemudian juga membuka kemungkinan adanya pergeseran makna atas nilai budaya.
c.       Ketahanan Nasional dan Globalisasi
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.
Dalam rangka ketahanan nasional, peluang dan tantangan bangsa Indonesia dalam era globalisasi dapat dijumpai dalam beberapa bidang yang meliputi bidang politik, ekonomi dan sosial-budaya.

Multilkulturalisme:
Antara Nasionalisme dan Globalisasi
a.       Pengetian Multikulturasi
Multikulturasi pada intinya adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa ataupun agama.
Dalam rangka untuk menjaga kohesi dan integrasi sosial maka modal sosial yang harus dikembangkan ialah sebagai berikut:
1.      Ideologi dan tradisi lokal yang masih berfungsi harus dipelihara
2.      Menjaga dan melaksanakan jaringan sosial yang masih berfungsi.
3.      Institusi-institusi lokal yang masih berfungsi dan adaptif terhadap perubahan haruslah dipertahankan.
b.    Multikulturalisme di antara Nasionalisme dan Globalisasi
Nasionalisme Indonesia yang kosmopolit adalah nasionalisme yang disemangati oleh multikulturalisme. Multikulturalisme menghendaki proses belajar mengenai perbedaan kebudayaan yang dimulai dari kelakuan dan interaksi antar kebudayaan. Interaksi ini semakin penting apabila aneka kebudayaan hidup semakin berdekatan, seperti di Indonesia. Dengan kata lain, multikulturalisme dapat juga disebut sebagai penerjemahan Pancasila ke dalam konteks yang lebih konkrit dan praktis.